NU dan Muhammadiyah: Bantuan Kemanusiaan Lebih Berguna daripada Boikot


Berita Dunia - Ajakan boikot produk Israel di Indonesia dinilai tidak efektif untuk menghentikan konflik di Gaza, Palestina. Gerakan tersebut diyakini hanya akan merugikan masyarakat Indonesia dibanding menolong warga Gaza.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur mengatakan, memberikan donasi kemanusiaan ke Palestina lebih penting, termasuk juga diplomasi internasional di PBB.

Dia menjelaskan, menggalang dukungan internasional di PBB perlu dilakukan agar serangan Israel bisa segera dihentikan.

NU juga akan berupaya mendukung pemerintah untuk menggalang dukungan internasional di PBB agar hal tersebut dapat terealisasi.

Baca Juga : Piala Dunia U-17: Raih Satu Poin, Bima Sakti Puji Kerja Keras Indonesia

Menurut Gus Fahrur, semua masyarakat Indonesia bisa mendukung penghentian serangan Israel ke Palestina dengan melakukan kegiatan sesuai kemampuan, minimal dengan doa. Dibanding melakukan aksi-aksi boikot yang justru merugikan masyarakat sendiri.

Semoga doa kita dikabulkan Allah. PBNU secara khusus sudah memerintahkan kepada warganya untuk berdoa qunut nazilah," kata Gus Fahrur dalam rilis yang dikutip Kompas.com, Jumat (10/11/2023).

Dia berharap agar tidak ada pihak manapun yang justru memanfaatkan konflik Israel-Palestina ini untuk mengadu domba masyarakat sehingga tidak terjadi kerusuhan di dalam negeri.

Dia menegaskan, cara-cara terbaik harus ditempuh untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Tidak boleh ada yang mengail di air keruh, memanfaatkan suasana untuk membikin keributan apalagi terorisme. Kita dukung kemerdekaan Palestina dengan cara yang lebih baik," imbuhnya. Hal serupa juga disuarakan Lazismu Muhammadiyah. Lazismu telah menyalurkan bantuan berupa RendangMu dan Family Kit kepada rakyat Palestina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesan Nainggolan untuk Indonesia di Piala Dunia U17: Momen Hebat, Suguhkan Aksi Terbaik

Mazda CX-60 Diklaim Cocok dengan Kondisi Jalan di Bogor

Surya Paloh Tak Ada Kekuasaan yang Diizinkan Bertakhta Terus-menerus